| |

Prof. Dr. Ibrahim, MA: Kami Dorong Individu-Mahasiswa FUAD Menjadi Agen Moderasi

 

Pontianak – fuad.iainptk.ac.id, Moderasi beragama menjadi isu pilihan dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Rumah Literasi dan Jurnal FUAD IAIN Pontianak, Sabtu 26/11. Sebagai salah satu narasumber, Ibrahim menjelaskan pentingnya peran mahasiswa dalam memahami konsep moderasi dan menjadi pelopor implementasi prinsip moderasi, khususnya moderasi beragama. Karena itu, Ibrahim memberikan setidaknya ada tujuh ciri – indikator mahasiswa sebagai agen moderasi.

Pertama, jadilah individu mahasiswa yang tidak berlebih-lebihan (ekstirm) dalam beragama. Tidak menganggap bahwa semua hal boleh -tidak ada larangan (tidak liberal). Tapi tidak juga menempatkan semuanya serba tidak boleh, haram, syirik, bid`ah dan sebagainya (tidak fanatik).

Kedua, jadilah individu mahasiswa yang bisa menempatkan agama sebagai jalan hidup (syir`atan wa minhaajan). Sebagai sebuah jalan menuju keridhaan Allah, akan mungkin lebih dari satu jalan (mazhab, faham, bahkan agama).

Ketiga, jadilah individu mahasiswa yang tidak anti terhadap perbedaan. Sebaliknya terbukalah terhadap kemungkinan perbedaan dan toleran.

Keempat, jadilah individu mahasiswa yang tidak terlalu evaluative terhadap setiap perbedaan. Bahwa perbedaan tidak semestinya harus dinilai dari sisi positif-negatif, baik –buruk, benar-salah, boleh –tidak boleh.

Kelima, jadilah individu mahasiswa yang bisa menempatkan perbedaan sebagai bernilai positif dan motivasi untuk fastabiqul khairat.

Keenam, jadilah individu mahasiswa yang senantiasa mementingkan pemahaman atas setiap perbedaan, serta tidak cendrung memaksakan kehendak diri kepada orang lain.

Ketujuh, jadilah individu mahasiswa yang mampu menebarkan visi dan misi Islam Rahmatan lil`alamin. Dengan beislam kita mesti menjadi pelindung, pengayom, penyelamat, pendamai, dan aktor harmonisasi.

Penulis: D. Darmadi JA
Editor: Ulya

Similar Posts